Pemantauan Hari Pertama UN SD Kecamatan Turi

Pelaksanaan Ujian Nasional untuk Tingkat SD hari Pertama dilaksanakan pada hari ini Kamis, 3 Mei 2018. Pemerintah Kecamatan Turi, Bapak Camat Drs. Abdul Haris Sunaryo dan Tim melakukan pemantauan di beberapa sekolah yaitu SD Negeri 2 Turi jumlah yang mengikuti UN sebanyak 22 Siswa/Siswi, SD Negeri 3 Turi jumlah 34 siswa/siswi, SD Negeri Bangunkerto jumlah 23 siswa/siswi, SD Negeri Ngablak jumlah 30 siswa/siswi. Demikian hasil pemantauan UN SD di hari pertama yang pelaksanaannya berjalan lancar.

Sosialisasi Perlindungan Anak dan Pencegahan Bullying

“Tidak ada anak yang bodoh, tidak ada anak yang nakal, yang ada hanya anak yang berbeda!, ungkap Nyadi Kasmoredjo. Pernyataan ini menjadi penting karena banyak sekali prilaku yang tidak kita sadari yang ternyata telah merugikan hak anak. Pernyataan negative yang kerap dicetuskan oleh orang tua ataupun guru itu akan direkam dalam memori anak sehingga mereka akan menjadi seseorang yang nakal dan bodoh. Hal itu diungkapkan oleh Ketua III Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DIY Nyadi Kasmoredjo dalam acara Sosialisasi Perlindungan Anak dan Pencegahan Bullying di Pendopo Kecamatan Turi, Rabu (30/4/2014).

Sosialisasi bullying

Perlindungan Anak

Acara yang diprakarsai oleh Badan KBPMPP Sleman ini mengundang perwakilan seluruh sekolah se-Kecamatan Turi dari mulai tingkat sekolah dasar hingga SMA. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini pihak sekolah lebih mampu mendidik anak yang bebas dari pelaku maupun sebagai korban bullying. Sosialisasi di Turi ini mengakhiri kegiatan “roadshow” Perlindungan Anak dan Anti-Bullying di 17 kecamatan se-Kabupaten Sleman.

“Pidana penjara antara 6 bulan hingga 10 tahun bila seseorang menganiaya anak,” ungkap Kasubid Perlindungan Anak Badan KBPMPP Sleman Dra. Sri Budiyantiningsih. “Sedangkan melakukan diskriminasi dan penelantaran bisa diganjar maksimal 5 tahun penjara,” tambahnya. Seorang anak berhak dan dilindungi negara untuk bisa hidup, tumbuh, berkembang termasuk juga bisa bergaul dengan teman sebaya, bermain, berekreasi dan berkreasi sesuai dengan minat, bakatnya demi pengembangan diri.

Perlindungan anak jelas-jelas menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman karena maraknya kasus-kasus yang melibatkan anak sebagai korban ataupun pelaku, seperti kasus pelecehan seksual di sekolah, eksploitasi seksual komersial anak (ESKA) maupun pernikahan dini yang berakibat perceraian dan KDRT.

Anti Bullying

Apa itu bullying? Menurut Riana Cahyani, S.Psi dari Unit Pengembangan Penelitian Sekolah Cerdas Gemilang mengatakan, bullying adalah perilaku tidak menyenangkan yang sengaja dilakukan untuk menekan, mengintimidasi dan menakuti korbannya untuk menunjukkan kekuasaan pelakunya.

Bullying kerap dilakukan teman kelas, guru ataupun lainnya terhadap anak yang memiliki ciri-ciri seperti anak yang terlalu pendek atau tinggi, terlalu gemuk/kurus, gagap, terlalu bagus/buruk, terlalu cerdas/bodoh, anak orang miskin atau kaya. Tindakan bullying ini akan menjadikan seorang anak menjadi pemurung, prestasi akademik menurun, sering mengeluh sakit, takut pergi sekolah, terlihat depresi, cemas, hilang selera makan, dsb.

Lalu ada 6 “jangan” apa yang mesti dilakukan oleh orang tua bila anaknya menjadi korban bullying yaitu :

  1.    JANGAN bergegas mencari pelakunya dan melakukan tindakan kepadanya.
  2.    JANGAN mengatakan pada anak kita untuk melawan balik (ia takkan berdaya saat itu)
  3.    JANGAN menekan anak untuk memberi informasi sebanyak-banyaknya pada satu kesempatan
  4.    JANGAN menunjukkan kemarahan di luar kendali
  5.    JANGAN membuat anak kita merasa lebih sedih dan malu
  6.    JANGAN menganggap cerita anak kita adalah satu-satunya versi yang ada.

PELAKSANAAN PEMILU LEGISTATIF DI KECAMATAN TURI

Pelaksanaan pesta demokrasi untuk pemilihan legistatif tahun 2014 telah dilaksanakan serempak di seluruh Indonesia. Tanggal 09 April 2014 merupakan tanggal yang telah dinantikan warga masyarakat Kecamatan Turi yang mempunyai hak pilih untuk menyalurkan aspirasi politik di TPS yang tersedia. Pelaksanaan pemungutan suara dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB. Jumlah daftar pemilih tetap per 06 Februari 2014 sebanyak 26.276 orang yang tersebar di 4 desa, antara lain Desa Bangunkerto sebanyak 6.713 orang, Desa Donokerto sebanyak 6.498 orang, Desa Girikerto sebanyak 5.839 dan Desa Wonokerto sebanyak 7.226 orang. Jumlah TPS ada 76 tempat, tersebar di 4 desa dengan perincian sebagai berikut Desa Bangunkerto sebanyak 21 TPS, Desa Donokerto sebanyak 19 TPS, Desa Girikerto sebanyak 16 TPS dan Desa Wonokerto sebanyak 20 TPS.

Pada pukul 07.00 WIB kotak suara dibuka secara serempak, pemilih yang membawa undangan untuk melakukan pencoblosan mendaftar ke KPPS pada bagian pendaftaran untuk menunggu panggilan untuk masuk ke bilik suara dan melakukan pencoblosan sesuai dengan pilihan ,masing-masing dan bersifat rahasia.

Dalam pelaksanaan pemilu legistatif terdapat beberapa kendala di lapangan diantaranya Di TPS Nangsri dan Klopo sawit masih terdapat kekurangan kertas suara sebanyak 205 lembar untuk DPRD Propinsi, Desa Donokerto terdapat kekurangan Surat Suara sebanyak 14 lembar untuk DPRD Propinsi, Desa Kelor terdapat kekurangan surat suara sebanyak 37 lembar untuk DPRD Kabupaten. Sedangakan di Desa Kemirikebo terdapat kekeliruan distribusi surat suara sebanyak 18 lembar, dimana surat suara tersebut merupakan daerah pemilihan 5, seharusnya yang benar adalah daerah pemilihan 6.

Sementara itu, rata-rata jumlah pemilik yang menggunakan hak pilihnya kurang dari DPT. Artinya masih banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihmya. Hanya beberapa TPS saja yang jumlah pemilih hadir melampaui DPT. Selain tingkat partisipasi pemilih kurang, hinggga berita ini diturunkan masih berlangsung perekapan dan perhitungan suara oleh PPS yang juga diawasi para saksi, panwascam, dan saksi dari parpol, anggota linmas, POLRI dan TNI.

 

 

Kunjungan Danrem 072 Pamungkas Yogyakarta

SAM_4401SAM_4418SAM_4433

Pada hari Kamis, 20 Pebruari 2014 telah dilaksanakan kunjungan oleh Komandan Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, Brigjen. MS. FADHILAH ke wilayah Kecamatan Turi. Kehadiran beliau adalah dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memberikan bantuan masker dan kacamata kepada masyarakat sebagai salah satu wujud kemanunggalan TNI dan rakyat. Dalam sambutannya di salah satu lokasi kegiatan pemberian bantuan yaitu di Padukuhan Kembang Desa Wonokerto Kecamatan Turi,  beliau menyampaikan bahwa bersama Rakyat TNI kuat.