Penyerahan Buku Rekening Penerima Bantuan RTLH Tahun 2020 di Desa Wonokerto

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyerahkan secara simbolis buku rekening penerima bantuan RTLH Tahun 2020 di Desa Wonokerto pada hari Rabu (22/07/2020).

Bupati Sleman didampingi Muspika Kecamatan Turi

Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah suatu program dari pemerintah khususnya dari Dinas Sosial untuk memberi bantuan dana pembangunan rumah bagi rakyat miskin.

Kantor kelurahan harus mengajukan proposal tentang berapa anggaran atau dana yang diperlukan untuk memberikan bantuan dana pembangunan rumah.

Model pembiayaan untuk Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah berupa bantuan langsung kepada penerima (Bantuan Sosial).

Dalam APBD Kabupaten Sleman,  Belanja untuk Kegiatan Penanganan Rumah Tidak Layak Huni masuk ke dalam Belanja Tidak Langsung (BTL) dan anggarannya berada di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sedangkan tugas Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan verifikasi terhadap calon penerima dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Penyerahan Buku Rekening Penerima Bantuan RTLH Tahun 2020 Oleh Sri Purnomo

KRITERIA PENERIMA BANSOS RTLH adalah sebagai berikut :

  1. KONDISI RUMAH
  • Bahan atap berupa daun/ rumbia dan genteng yang sudah lapuk/

rangka atap kondisi lapuk (harus dibongkar).

  • Bahan lantai berupa tanah atau plesteran/ ubin yang sudah rusak ;
  • Bahan dinding berupa bilik bambu/ kayu kualitas jelek/ rotan atau

dinding bata yang sudah rapuh/ retak-retak (harus dibongkar),

dinding bata luasan tidak melebihi 25% dari luasan dinding luar

Tidak mempunyai pencahayaan yang cukup;

  1. PEMILIK RUMAH
  • Berdomisili tetap (penduduk) dilokasi kegiatan dan rumah ditempati sendiri;
  • Memiliki Surat Keterangan Miskin dari Kepala Desa/ Lurah;
  • Bersedia untuk berswadaya dan bergotong-royong;
  • Belum Pernah mendapatkan bantuan pemugaran rumah.
  1. LETAK DAN STATUS RUMAH
    • Memiliki Bukti Kepemilikan Tanah berupa Sertifikat Hak Atas tanah atau Surat Keterangan Kepala Desa memiliki tanah;
    • Rumah milik sendiri, bukan kontrakan, tidak dalam sengketa (misal tanah/ bangunan rumah warisan yang belum dibagi), tidak berdiri di lahan milik orang lain (yayasan pemerintah, perusahaan, dsb);
    • Rumah calon terpugar bukan masuk dalam asrama milik suatu instansi;
    • Rumah calon terpugar bukan termasuk rumah masih dalam waktu kredit perbankan;
    • Rumah tidak berdiri pada kawasan larangan pemerintah misal: bantaran/ tanggul, sungai, waduk, tanah kas desa, pemakaman, trotoar, ruang milik jalan.
26 Penerima Bantuan RTLH tahun 2020 di Desa Wonokerto

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *